Perjalanan Mencari Naskah Kuno:
TAKEPAN MONYEH




Perjalanan mencari naskah kuno berawal dari saat penulis mendapatkan tugas untuk mencari naskah kuno. Untuk memulai tugas ini tidak mudah, saya harus mencari ide yang membuat tugas ini menarik untuk dibaca. Oke saya akan menceritakan sedikit mengenai tugas ini dan perjalanan saya sampai saya berhasil membuat tulisan ini. 

Tujuan pertama perjalanan saya dan kelompok saya kami ke Dusun Mumbang, Desa Montong Gamang, Kecematan Kopang. Salah satu teman dari rombongan kami menginformasikan bahwa di dusun itu ada naskah kuno, perjalanan ini dimulai pada hari minggu, tanggal 20 oktober 2019, pada pagi hari jam 10.00, berbekal google map dan bertanya, kami nekatkan untuk pergi ke Kopang. Pada akhirnya rute yang kami ambil salah dan sedikit jauh,, hingga kami sedikit lama dalam perjalanan. Kami sampai di tempat itu, dan kami nyampe di salah satu rumah teman kami. Disana kami beristihaat sejenak dan kami di sajikan semur daging, setelah kami beristirahat sebentar kami pergi untuk mencari naskah, namun sangat mengecewakan karena naskah tempat yang kami tuju naskah tersebut sudah hilang, karna naskahnya hilang, kami memutuskan untuk balik ke mataram. Pada tanggal 23 oktober 2019 kami pergi untuk mencari naskah lagi dan singkat cerita kami mendapatkan informasi mengenai naskah kuno tersebut berada di rumah Bapak Adji di Desa Kunranji Dalang Kec Labu Api Kab Lombok Barat. Di sana kami mendapatkan naskah lontar yang berjudul “TAKEPAN MONYEH”.

Rasa kesel dan capek yang saya tulis diatas rasanya ternyebar dengan hasil dari pencarian saya, saya punya kebanggan tersendiri terhadap hal tersebut. Dan saya bersyukur dikasih tugas tersebut, karena begitu banyak pelajaran dan perjalanan menarik yang saya dapatkan.

Begitu kami  langsung disuguhkan naskah tersebut. Dan untuk prosesi nyeput tersendiri tidak seribet yang kami pikirkan. Kami hanya cukup sampaikan tujuan kedatangan kami dan mendengar apa yang di bacakan sama bapak tersebut. Yang kami dapatkan dari isi naskah tersebut menceritakan tentang “TIGA SAUDARA YANG KETIGA-TIGANYA MEMIMPIN DAERAH BERBEDA-BEDA”.




Perjalanan panjang yang kami rasakan tidak sia-sia, semua terbayar dengan apa yang kami dapatkan. Kami langsung di suguhkan dengan naskah tersebut. Dari isi naskah tersebut menceritakan “Tiga saudara yang ketiga-tiganya memimpin daerah berbeda-beda”. Anak pertama memimpin daerah jawa, anak kedua memimpin daerah sumabawa, dan anak ketiga memimpin daerah Lombok. Dari tiga bersaudara ini masing-masing sudah berkeluarga,  Anak pertama berkeluarga dan memiliki dua anak laki-laki,anak kedua berkeluarga dan memiliki dua anak, seorang laki-laki dan seorang perempuan, sedengkan anak ketiga berkuluarga dan juga memiliki Sembilan putri dari kesembilan putrinya ini hanya anak terakhirlah di sia-siakan dan diasingkan. Isi naskah tersebut hanya focus menceritakan anak pertama dan anak ketiga, sementara itu, anak kedua atau memimpin di daerah Sumbawa tidak diceritakan, hanya menceritakan memiliki dua anak, seorang perumpuan dan seorang laki-laki. Singkat cerita, anak kedua dari pemimpin di daerah jawa menikah dengan anak  terakhir dari pemimpin daerah Lombok. 

Demikian cerita singkat perjalanan saya dalam mencari naskah kuno, semoga apa yang saya tulis bisa bermanfaat. Terimakasih  

Komentar

  1. Bagus Artikelnya, sangat bermanfaat

    BalasHapus
  2. Sangat bermanfaat tulisan ini tapi ada satu yg harus di ingat menulislah untuk kebobrokan kondisi negara hari ini dan kondisi pendidikan yg semakin hari semakin jauh dari esensi nya

    BalasHapus
  3. Mantap, tapi ada salah sedikit pas di "salah dan sedikit jauh" komanya itu ada dua, jadi yg berikutnya liat2 lagi ya sob👍 SEMANGAT

    BalasHapus
  4. Mantapnihhh, ditunggu tulisan selanjutnyaaa..

    BalasHapus
  5. Bagus . Dikembamgkan lagi yah .

    BalasHapus
  6. Bagus sekali, dan sangat informatif👍

    BalasHapus
  7. Tulisannya merepresentasikan semangat generasi muda untuk mencintai dan merawat kebudayaan setempat.
    Semoga bisa menginspirasi dan sangat menginspirasi pribadi sebagai pembaca.

    BalasHapus
  8. Google map nya kak yen berhasil
    Yeeee
    Selamat mencari pengalaman baru yang lain lagi kak

    BalasHapus
  9. Ceritanya bagus tp knp anak yg ke 2 gak dceritakan yaahhh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe biar pembaca penasaran dengan isi cerita ini😊

      Hapus
  10. Jaranh loh ada yg menulis tentang naskah kuno ini. Bagus nih kalo di lanjutkan.

    BalasHapus
  11. 👍👍👍
    boleh sya request tentang naskah kuno dari Bima? hehehe

    BalasHapus
  12. Good luck..
    mbak yen, sekalian request sejarah rimpu orang bima

    BalasHapus
  13. Sangat bermanfaat nihh, ditunggu karya selanjutnya ya😉

    BalasHapus
  14. Tidak ada kata sempurna, karena kesempurnaan hanya milik Tuhan. Tetaplah berkereasi.☺

    BalasHapus
  15. Mantapp di kembangkan lg💪😍

    BalasHapus
  16. Dalam penyebutan katanya masih bnyak yg salah, tpi sejauh ini udh cukup bagus, smoga apa yang dibuat ini bisa bermanfaat untuk kedepannya.

    BalasHapus
  17. Bagus sekali kakanda, kembangkan terus. Ditunggu tulisan selanjutnya ya kakanda

    BalasHapus
  18. 👍👍👍👍👍👍👍

    BalasHapus
  19. Sangat menarik untuk diceritakan lebih jauh lagi. Semangat

    BalasHapus
  20. Buset anak ketiga banyak banget anaknya ohiyah jaman dulu kan ngk ada hiburan heheh .
    Ditunggu cucu dari anak pertama laki atau perempuan
    Cacat atau ngknya

    BalasHapus
  21. Mantul ,apakah benar ini tulisan sendiri tanpa ada unsur copas ? Hehe

    BalasHapus
  22. semangat terusss yeeennn mencari naskah selanjutnyaa☁️❤️

    BalasHapus
  23. Wacananya meninggalkan tanda tanya, apakah penulis bersedia untuk mencari tahu lebih lagi mengenai kisah ini. Tetap semangat untuk penulis

    BalasHapus
  24. Semangat saudara💪 semoga kedepannya lagi kamu bisa menjelajahi naskah"yang lainnya, bukan hanya satu naskah kuno ini saja yang kamu jelajahi dan mengembangkan lagi Sampai seterusnya dengan ide mu yang baru untuk mencari atau menjelajahi naskah yang lainnya saudara.

    BalasHapus
  25. Anak yg di asingkan itu cukup menarik perhatian utk di telusuri cerita nya, Klau bisa buat cerita khusus utk anak yg ke 9 itu karena sya penasaran knp anak yg terakhir itu di asingkan dari keluarga kerajaan tsb....

    BalasHapus
  26. bnyak penggunaan bahasa yg tidak tepat
    tpi lumayan ..semoga kedepan bisa levih baik lagi

    BalasHapus
  27. Mungkin runut sejarahnya bisa di perjelas lagi adinda biar tulisanya makin luar biasa

    BalasHapus
  28. Luar biasa, semangat terus, semoga bisa lebih baik lagi, di tunggu tulisan berikutnyaa.

    BalasHapus
  29. Nice, gaya berbahasanya enak dibaca dan infonya juga bermanfaat:))

    BalasHapus

Posting Komentar